Profil

 ekolah Jembatan Budaya adalah sekolah nasional plus dengan tiga bahasa, yaitu: Indonesia, Mandarin, dan Inggris, yang menggunakan kurikulum nasional Indonesia. Sekolah kami menggunakan tenaga pengajar asing (native speaker) dalam pengajaran Bahasa Inggris dan Mandarin, yang bekerja dalam satu tim dengan guru-guru nasional yang profesional. Untuk membentuk sumber daya manusia yang tangguh, cerdas dan berkarakter, Sekolah Jembatan Budaya menyediakan lingkungan yang nyaman bagi siswa-siswa maupun guru-guru dalam pengembangan kegiatan belajar mengajar yang bersifat inovatif dan kooperatif disertai dengan wawasan budaya yang beraneka ragam.


 Sekolah Jembatan Budaya membentuk siswa untuk memiliki karakter yang kuat. Siswa diarahkan untuk menjadi komunikator yang baik (Communicator), mempunyai keingintahuan yang tinggi (Inquirer), berpengetahuan yang luas (Knowledgeable), memiliki prinsip yang kuat (Principled), berani mengambil suatu keputusan yang tepat dengan resiko yang ada (Risk Takers), berpikir terbuka (Open Minded), peduli dengan orang lain (Caring), berpikir dalam memecahkan sesuatu dengan menggunakan waktu dengan baik (Thinker), memikirkan kembali bagaimana untuk mengerjakan sesuatu yang lebih baik (Reflective).

 
 
 
 
"untuk membentuk sumber daya manusia yang tangguh, cerdas dan berkarakter"

 

Visi

Visi kami adalah mendidik tunas-tunas bangsa untuk nantinya siap berperan aktif sebagai manusia pembangunan, siap dalam menghadapi tantangan masa depan serta eksis dalam persaingan global yang kompleks dan penuh ketidakpastian.


 Misi

Misi Sekolah Jembatan Budaya: 

>> Melaksanakan proses belajar mengajar secara optimal

>> Memberikan pendidikan kebahasaan yang esensial, yaitu: Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Inggris

>> Mengembangkan bakat dan kreatifitas anak

>> Memberikan pendidikan pengenalan dan keterampilan dasar computer

>> Memberikan pendidikan etika (budi pekerti), pendidikan moral, dan aplikasi pendidikan agama

>> Menyiapkan para lulusan untuk dapat bersaing dalam memperebutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di sekolah nasional maupun internasional.

 

Latar Belakang

Sekolah Jembatan Budaya resmi berdiri pada tanggal 19 Juli 2004 yang dicetuskan oleh Ketua Pembina Yayasan Jembatan Budaya.
Sekolah Jembatan Budaya didirikan dengan tujuan untuk memasyarakatkan Bahasa Mandarin di Indonesia khususnya di Bali melalui instansi pendidikan formal. Mengingat bahwa perkembangan ekonomi dan budaya Tiongkok yang sangat luas, maka kebutuhan akan Bahasa Mandarin menjadi bagian yang terpisahkan dalam komunikasi global, dan masyarakat luas telah menganggap Bahasa Mandarin sebagai bahasa Internasional kedua setelah Bahasa Inggris. Karena pentingnya kedua bahasa tersebut maka didirikanlah Sekolah Nasional plus Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris yang bernama Sekolah Jembatan Budaya (JB School).

Sebagai salah satu pelopor sekolah nasional plus di Bali, maka sudah menjadi suatu kewajiban bersama untuk membentuk dan mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul dan mampu bersaing dalam menghadapi era persaingan global yang demikian cepat dan kompetitif.

  

 

JB World